Departemen Pekerjaan Umum-PDF Free Download

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

2019 | 2 views | 39 Pages | 740.02 KB

3.12 Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kwarter dan saluran pembuang berikut bangunan pelengkapnya termasuk saluran irigasi air tanah beserta bangunannya.



Pd T 01 2005 A
Daftar isi
Daftar isi i
Prakata ii
Pendahuluan iii
1 Ruang lingkup 1
2 Acuan normatif 1
3 Istilah dan definisi 1
4 Ketentuan dan persyaratan 2
5 Jenis jenis pekerjaan pada pekerjaan jaringan irigasi tersier secara manual 2
6 Analisis indeks satuan pekerjaan untuk jaringan irigasi tersier secara manual 8
A Analisis harga satuan pekerjaan persiapan 8
B Analisis harga satuan pekerjaan pembersihan dan pengupasan permukaan
C Analisis harga satuan pekerjaan galian tanah 9
D Analisis indeks satuan pekerjaan timbunan tanah 16
E Analisis indeks satuan pekerjaan pasangan 18
F Analisis harga satuan pekerjaan beton dan bekisting cetakan 19
G Analisis harga satuan pekerjaan pintu air 20
H Analisis harga satuan pekerjaan lain lain 21
7 Cara perhitungan 22
7 1 Menghitung harga satuan pekerjaan 22
7 2 Menghitung biaya pelaksanaan pekerjaan 22
Lampiran A Contoh perhitungan harga satuan pekerjaan informatif 23
Lampiran B Tabel daftar harga dasar bahan bangunan dan upah pekerja
informatif 28
Lampiran C Contoh perhitungan biaya saluran pembawa tersier kuarter pembuang
panjang 100 m dan bok tersier informatif 29
Lampiran D Gambar gambar informatif 31
Lampiran E Prosedur menghitung harga satuan pekerjaan HSP normatif 33
Lampiran F Daftar nama dan lembaga informatif 34
Bibliografi 35
Pd T XX XXXX 2004
Pedoman analisis Harga Satuan Pekerjaan HSP secara manual pada jaringan irigasi
tersier ini dibahas dalam Gugus Kerja Bidang Irigasi Sabo Rawa dan Pantai Danau dan
Sungai pada Sub Panitia Teknik Sumber Daya Air yang berada di bawah Panitia Teknik
Konstruksi dan Bangunan Sipil Departemen Pekerjaan Umum
Penulisan pedoman ini mengacu pada Pedoman BSN No 8 Tahun 2000 dan ketentuan
terkait lainnya yang berlaku
Perumusan pedoman ini dilakukan melalui proses pembahasan pada Gugus Kerja
Prakonsensus dan Konsensus yang melibatkan para narasumber dan pakar dari berbagai
instansi terkait sesuai dengan Pedoman BSN No 9 Tahun 2000 Konsensus pedoman ini
dilaksanakan oleh Panitia Teknik Konstruksi dan Bangunan Sipil Departemen Pekerjaan
Umum pada tanggal 29 Oktober 2004 di Puslitbang Sumber Daya Air
Pedoman HSP untuk pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi tersier ini disusun sehubungan
belum adanya HSP khusus untuk ini Berbagai referensi diacu terutama dari analisis upah
dan bahan BOW Burgerlijke Openbare Werken serta beberapa sub kegiatan yang koefisien
bahan dan upahnya berdasarkan pengalaman pelaksanaan pekerjaan di lapangan
Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan bagi para
perencana atau pengajuan harga pelaksanaan pekerjaan untuk mendapatkan tingkat harga
yang wajar dan cara perhitungan yang baku seragam dalam rangka pelaksanaan pekerjaan
yang akan dilaksanakan oleh kontraktor
Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan pedoman ini dan atau para
penulis atau penerbit yang hasil tulisannya dipakai sebagai acuan referensi diucapkan terima
Pd T 01 2005 A
Pendahuluan
Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan HSP ini disusun untuk dijadikan dasar
perhitungan biaya pelaksanaan pekerjaan konstruksi khususnya pada Pekerjaan Jaringan
Irigasi Tersier secara manual Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam
membantu para penyelenggara pembangunan dalam menghitung harga satuan pekerjaan
jaringan irigasi tersier
Pedoman ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat harga yang wajar dan cara perhitungan
yang baku seragam dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh
kontraktor
Pedoman HSP untuk pelaksanaan pekerjaan jaringan irigasi tersier ini disusun sehubungan
belum adanya HSP khusus untuk ini Berbagai referensi diacu terutama dari analisis upah
dan bahan BOW Burgerlijke Openbare Werken serta beberapa sub kegiatan yang koefisien
bahan dan upahnya diambil berdasarkan pengalaman pelaksanaan pekerjaan di lapangan
Pd T 01 2005 A
Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier
1 Ruang lingkup
Pedoman analisis harga satuan pekerjaan ini memuat indeks bahan bangunan indeks
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan persiapan pembersihan galian
tanah timbunan tanah pasangan batu belah plesteran beton pembesian cetakan beton
dan pintu air sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan jaringan irigasi tersier yang
dikerjakan dengan cara manual
2 Acuan normatif
SNI 03 2925 Pintu air pengatur dan pengukur untuk irigasi
SNI 03 2927 Pintu air pengatur dan pengukur Crum de Gruyter
SNI 05 2613 Balok ukur
SNI 03 6455 Tata cara pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan
ukur tipe pelimpah atas
SNI 03 2835 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan
SNI 03 2636 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi batu belah untuk
bangunan sederhana
SNI 03 6897 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding tembok dan plesteran
3 Istilah dan definisi
3 1 Angka indeks adalah faktor pengali koefisien sebagai dasar perhitungan bahan
baku dan upah kerja
3 2 Beton adalah suatu bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen pasir kerikil
batu pecah dan air dengan perbandingan tertentu
3 3 Biaya bahan adalah jumlah biaya berbagai bahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
pekerjaan didapat dari perkalian harga dasar satuan bahan dengan jumlah atau volume
bahan yang dipakai
3 4 Bronjong kawat adalah kotak yang dibuat dari anyaman kawat baja berlapis seng
yang pada penggunaannya diisi batu batu belah
3 5 Cabut tunggul adalah menarik supaya lepas keluar dari tempat tertanamnya
3 6 Galian tanah berbatu adalah galian tanah pada lapisan tanah yang mengandung
3 7 Galian tanah biasa adalah galian tanah pada lapisan tanah yang dapat digali dengan
3 8 Galian tanah cadas adalah galian tanah pada lapisan tanah keras yang dapat digali
dengan bantuan alat pemecah
3 9 Galian tanah keras adalah galian tanah pada lapisan tanah padat tidak mudah pecah
yang dapat dikerjakan dengan bantuan alat pemecah
3 10 Galian tanah lumpur adalah galian tanah pada lapisan tanah lunak dan berair
Pd T 01 2005 A
3 11 Harga satuan pekerjaan HSP adalah biaya upah kerja dengan atau tanpa harga
bahan bahan bangunan untuk satuan pekerjaan tertentu
3 12 Jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana
pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier saluran kwarter dan
saluran pembuang berikut bangunan pelengkapnya termasuk saluran irigasi air tanah
beserta bangunannya
3 13 Jumlah pekerja adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menyelesaikan
3 14 Lump Sum LS adalah biaya yang dibayarkan langsung tanpa membutuhkan rincian
untuk berbagai jenis pekerjaan
3 15 Pekerjaan manual adalah pekerjaan yang dibuat dikerjakan dengan peralatan bukan
3 16 Satuan pekerjaan adalah satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan
dalam satuan panjang luas volume dan unit
3 17 Siaran adalah penghubung atau perekat antara batu belah yang satu dengan yang
3 18 Split adalah batu pecah yang diperoleh dari pemecah batu stone crusher atau secara
manual dengan butiran lebih besar dari 5 mm
3 19 Kosrekan striping adalah pengupasan lapisan tanah bagian atas
3 20 Tebas tebang adalah memotong dan membersihkan segala macam tumbuh
tumbuhan besar dan kecil
3 21 Upah kerja adalah biaya untuk upah pekerja yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan didapat dari hasil perkalian jumlah tenaga manusia yang dibutuhkan dengan
harga dasar satuan upah untuk masing masing tingkat keahliannya
4 Ketentuan dan persyaratan
Persyaratan umum dalam pedoman penyusunan analisis harga satuan pekerjaan untuk
jaringan irigasi tersier secara manual adalah
a Perhitungan analisis harga satuan pekerjaan untuk jaringan irigasi tersier secara
manual berlaku untuk seluruh Indonesia berdasarkan harga dasar bahan dan upah kerja
sesuai dengan kondisi masing masing daerah
b Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan sesuai dengan standar yang
berlaku di Indonesia
c Pelaksanaan perhitungan volume satuan pekerjaan harus berdasarkan gambar teknis
Rencana Kerja dan Syarat syarat RKS
d Jam kerja efektif untuk para pekerja diperhitungkan 7 jam per hari
e Indeks bahan dan upah ini dipakai untuk menghitung biaya pelaksanaan konstruksi
jaringan irigasi tersier
5 Jenis jenis pekerjaan pada pekerjaan jaringan irigasi tersier secara manual
Berbagai jenis pekerjaan untuk jaringan irigasi tersier yang dikerjakan secara manual untuk
memperolah harga biaya pelaksanaan pekerjaannya dengan menghitung volume pekerjaan
dan harga satuan pekerjaannya adalah sebagai berikut
Pd T 01 2005 A
1 Pekerjaan persiapan
a Uitset pengukuran awal trase saluran pembawa tersier kwarter dan pembuang
tersier sebelum pekerjaan dimulai m
b Pembuatan direksi keet ukuran x m m2
c Papan nama proyek ukuran x m dari kayu kelas II m2
2 Pekerjaan pembersihan dan pengupasan permukaan tanah
a Pembersihan dan kosrekan striping dengan tebal 15 cm di bawah permukaan tanah
b Tebas tebang berupa memotong dan membersihkan lokasi dari tanaman tumbuhan
c Cabut tunggul tanaman keras minimum diameter 15 cm dan membuang sisa
tunggul kayu dan akar akarnya ke tempat pembuangan buah
3 Pekerjaan galian
a Pasang profil melintang galian tanah jarak 50 m pada ruas saluran yang lurus m
b Pasang profil melintang galian tanah jarak 25 m pada ruas saluran tikungan m
c Galian tanah biasa
1 Galian tanah biasa sedalam lebih kecil sama dengan 1 meter jarak angkut
lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan
jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan
Pekerjaan galian tanah biasa pada bangunan sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan termasuk
perataan dan perapihan
2 Galian tanah biasa sedalam lebih besar 1 m sampai dengan 2 meter jarak
angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1 m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan perapihan
3 Galian tanah biasa sedalam lebih kecil sama dengan 1 meter jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 3 m sampai dengan lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk
perataan dan perapihan
4 Galian tanah biasa sedalam lebih besar 1 m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1 m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk
perataan dan perapihan
Pd T 01 2005 A
5 Galian tanah biasa sedalam lebih kecil sama dengan 1 meter jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk perataan
dan perapihan
6 Galian tanah biasa sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk
perataan dan perapihan
d Galian tanah keras
1 Galian tanah keras sedalam lebih kecil sama dengan 1 meter jarak angkut
lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan
3 m termasuk perataan dan perapihan
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada
bangunan sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil
galian ke tempat pembuangan termasuk perataan dan perapihan
2 Galian tanah keras sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 meter jarak
angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk
perataan dan perapihan
3 Galian tanah keras sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 3 m sampai dengan lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
dengan kedalaman kurang dari lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang
hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 3 m
sampai dengan lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan dan
4 Galian tanah keras sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai dengan
lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan dan perapihan
5 Galian tanah keras sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 10 sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau
sama dengan 50 m termasuk perataan dan perapihan
Pd T 01 2005 A
6 Galian tanah keras sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil
atau sama dengan 50 m termasuk perataan dan perapihan
e Galian tanah berbatu
1 Galian tanah berbatu sedalam lebih kecil sama dengan 1 meter jarak angkut
lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan
jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan
Pekerjaan galian tanah berbatu pada bangunan sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan termasuk
perataan dan perapihan
2 Galian tanah berbatu sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 meter jarak
angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih besar 1m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan perapihan
3 Galian tanah berbatu sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan
dan perapihan
4 Galian tanah berbatu sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih besar 1m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk
perataan dan perapihan
5 Galian tanah berbatu sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk
perataan dan perapihan
6 Galian tanah berbatu sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah berbatu pada saluran sedalam lebih besar 1m sampai
dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak
angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk
perataan dan perapihan
f Galian tanah lumpur
1 Galian tanah lumpur sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
kecil atau sama dengan 3 m
Pd T 01 2005 A
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan
jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan
Pekerjaan galian tanah lumpur pada bangunan sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan termasuk
perataan dan perapihan
2 Galian tanah lumpur sedalam lebih besar sama dengan lebih besar 1 m sampai
dengan 2 m jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih besar sama dengan
lebih besar 1m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
termasuk perataan dan perapihan
3 Galian tanah lumpur sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan
dan perapihan
4 Galian tanah lumpur sedalam lebih besar sama dengan lebih besar 1 m sampai
dengan 2 m jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih besar sama dengan
lebih besar 1 m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau
sama dengan 10 m termasuk perataan dan perapihan
5 Galian tanah lumpur sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan
1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk
perataan dan perapihan
6 Galian tanah lumpur sedalam lebih besar sama dengan lebih besar 1 m sampai
dengan 2 m jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama
dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah lumpur pada saluran sedalam lebih besar sama dengan
lebih besar 1 m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau
sama dengan 50 m termasuk perataan dan perapihan
g Galian tanah cadas
1 Galian tanah cadas sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
kecil atau sama dengan 3 m
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan
3 m termasuk perataan dan perapihan
Pekerjaan galian tanah cadas pada bangunan sedalam lebih kecil sama
dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan termasuk
perataan dan perapihan
2 Galian tanah cadas sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih kecil atau sama dengan 3 m
Pd T 01 2005 A
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m
termasuk perataan dan perapihan
3 Galian tanah cadas sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau
sama dengan 10 m termasuk perataan dan perapihan
4 Galian tanah cadas sedalam lebih besar 1 m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih besar 1 m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil
atau sama dengan 10 m termasuk perataan dan perapihan
5 Galian tanah cadas sedalam lebih kecil sama dengan 1 m jarak angkut lebih
besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau
sama dengan 50 m termasuk perataan dan perapihan
6 Galian tanah cadas sedalam lebih besar 1 m sampai dengan 2 m jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m
Pekerjaan galian tanah cadas dengan bantuan alat pemecah pada saluran
sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ke
tempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil
atau sama dengan 50 m termasuk perataan dan perapihan
4 Pekerjaan timbunan
a Pekerjaan timbunan tanah untuk tanggul saluran dengan bahan tanah telah tersedia
di lokasi rencana timbunan termasuk perataan dan pemadatan
b Pekerjaan timbunan tanah untuk tanggul saluran dengan bahan tanah dari daerah
pengambilan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama
dengan 10 m termasuk perataan dan pemadatan
c Pekerjaan timbunan tanah untuk tanggul saluran dengan bahan tanah dari daerah
pengambilan dengan jarak angkut lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama
dengan 50 m termasuk perataan dan pemadatan
d Pekerjaan timbunan tanah untuk jalan inspeksi dengan bahan tanah dari daerah
pengambilan dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama
dengan 10 m termasuk perataan dan pemadatan
e Pekerjaan gebalan rumput
5 Pekerjaan pasangan
a Pekerjaan pasangan batu belah dengan campuran
1pc 2 ps untuk konstruksi kedap air
b Pekerjaan siaran dengan campuran 1 pc 2 ps
Pd T 01 2005 A
c Pekerjaan plesteran tebal 1 cm dengan campuran
1pc 2 ps tebal 1 cm
1pc 4 ps tebal 1 cm
d Pekerjaan plesteran tebal 1 5 cm dengan campuran
1pc 2 ps tebal 1 5 cm
1pc 4 ps tebal 1 5 cm
e Pekerjaan batu kosong
f Pekerjaan bronjong
6 Pekerjaan beton dan bekisting
a Pekerjaan beton K 125 adukan 1 pc 2 ps 3 split
b Pekerjaan beton K 175 adukan 1 pc 1 5 ps 2 5 split
7 Pekerjaan pintu Air
a Pengadaan dan pemasangan pintu sorong besi b m h m t mm
termasuk pengecatan buah
b Pengadaan dan pemasangan pintu sorong kayu b m h m t mm
termasuk pengecatan buah
c Pengadaan dan pemasangan alat ukur Thomson buah
d Pengadaan dan pemasangan alat ukur Parshall Flume buah
e Pengadaan dan pemasangan alat ukur Romijn buah
f Pengadaan dan pemasangan alat ukur Skot balk buah
g Pengadaan dan pemasangan alat ukur Crum de Gruyter buah
8 Pekerjaan lain lain
a Foto dokumentasi setiap titik pengambilan diambil tiga kali yaitu pada saat 0
50 dan 100 masing masing dicetak kali sebanyak titik pada lokasi yang
b Laporan pelaksanaan pekerjaan set
6 Analisis indeks satuan pekerjaan untuk jaringan irigasi tersier secara manual
Analisis indeks bahan dan upah kerja untuk masing masing jenis pekerjaan adalah sebagai
A Analisis harga satuan pekerjaan persiapan
A 1 Uitset trase saluran pembawa tersier dan pembuang
1 m1 Uitset trase saluran pembawa tersier dan pembuang
0 04 Juru ukur
0 04 Pekerja
A 2 Pembuatan direksi keet
1 m2 pembuatan direksi keet atap abses gelombang dinding triplek kaca nako
Pd T 01 2005 A
0 05 m3 Kaso 4 6
0 60 lbr Dinding triplek 4mm
0 52 zak Semen
0 10 m3 Pasir pasang
1 00 lbr Plafon asbes 3 mm
0 75 kg Paku
0 30 lbr Asbes gelombang
9 00 bh Paku asbes
0 70 m2 Flor lantai 1 3 5
0 06 m2 Pintu teakwood
1 00 dn Jendela kaca nako
1 00 m2 Cat dinding plafon
b Upah kerja
0 40 Tukang batu
0 04 Kepala tukang batu
1 20 Pekerja
0 05 Mandor
A 3 Papan nama proyek
1 m2 papan nama proyek
1 00 Lbr triplek tebal 12 mm
0 25 Kg Paku
1 00 Cat kayu
b Upah kerja
0 50 Tukang kayu
0 05 Kepala tukang kayu
0 50 Pekerja
0 01 Mandor
B Analisis harga satuan pekerjaan pembersihan dan pengupasan permukaan tanah
B 1 1 m2 Pembersihan dan striping kosrekan
0 05 Pekerja
0 005 Mandor
B 2 1 m2 Tebas tebang berupa memotong dan membersihkan lokasi dari tanaman
0 5 Pekerja
0 005 Mandor
B 3 1 Pohon Cabut tunggul tanaman keras minimum diameter 15 cm dengan
membuang sisa tunggul kayu dan akar akar nya
0 5 Pekerja
0 005 Mandor
C Analisis harga satuan pekerjaan galian tanah
C 1 Pasang profil melintang galian tanah jarak 50 m pada ruas saluran yang lurus
1 m Pasang profil melintang galian tanah jarak 50 m pada ruas saluran yang lurus
Pd T 01 2005 A
0 005 m3 kaso 4 6 cm
0 005 m3 Papan bekisting
0 200 kg Paku
b Upah kerja
0 050 Tukang kayu
0 050 Kepala tukang kayu
0 050 Pekerja
0 005 Mandor
C 2 Pasang profil melintang galian tanah jarak 25 m pada ruas saluran tikungan
1 m Pasang profil melintang galian tanah jarak 25 m pada ruas saluran tikungan
0 010 m3 kaso 4 6 cm
0 010 m3 Papan bekisting
0 400 kg Paku
b Upah kerja
0 100 Tukang kayu
0 100 Kepala tukang kayu
0 100 Pekerja
0 010 Mandor
C 3 Galian tanah biasa
a 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan
membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil
atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan perapihan
0 40 Tukang gali
0 04 Mandor
b 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1m sampai dengan 2 m
dan membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut lebih
kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan perapihan
0 526 Tukang gali
0 052 Mandor
c 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan
membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar
3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan dan perapihan
0 40 Tukang gali
0 04 Mandor
0 33 Pekerja
0 01 Mandor
d 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1 m sampai dengan
2 m dan membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m termasuk perataan dan
0 526 Tukang gali
0 052 Mandor
10 dari 35
Pd T 01 2005 A
0 33 Pekerja
0 05 Mandor
e 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih kecil sama dengan 1 m dan
membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut lebih besar
10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk perataan dan
0 40 Tukang gali
0 04 Mandor
0 516 Pekerja
0 05 Mandor
f 1 m3 Galian tanah biasa pada saluran sedalam lebih besar 1 m sampai dengan
2 m dan membuang hasil galian ketempat pembuangan dengan jarak angkut
lebih besar 10 m sampai lebih kecil atau sama dengan 50 m termasuk perataan
dan perapihan
0 526 Tukang gali
0 052 Mandor
0 516 Pekerja
0 05 Mandor
g 1 m3 Galian tanah biasa pada bangunan sedalam lebih kecil sama dengan 1 m
dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan termasuk perataan dan
0 40 Tukang gali
0 04 Mandor
C 4 Galian tanah keras
a 1 m3 Galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran sedalam
lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan
dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk perataan dan
0 625 Tukang gali
0 062 Mandor
b 1 m3 Galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran sedalam
lebih besar 1 m sampai dengan 2 m dan membuang hasil galian ketempat
pembuangan dengan jarak angkut lebih kecil atau sama dengan 3 m termasuk
perataan dan perapihan
0 775 Tukang gali
0 077 Mandor
c 1 m3 Galian tanah keras dengan bantuan alat pemecah pada saluran sedalam
lebih kecil sama dengan 1 m dan membuang hasil galian ke tempat pembuangan
dengan jarak angkut lebih besar 3 m sampai lebih kecil atau sama dengan 10 m
termasuk perataan dan perapihan
0 625 Tukang gali
0 062 Mandor
0 33 Pekerja
0 01 Mandor
11 dari 35


Related Books

SNI 03 - 1729 - 2002 SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA

SNI 03 - 1729 - 2002 SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA

sni 03 - 1729 - 2002 standar nasional indonesia tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung departemen pekerjaan umum sni

Continue Reading...
Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 ...

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010 ...

gantung untuk pejalan kaki. Tujuan ditetapkan pedoman ini adalah agar suatu konstruksi jembatan gantung pejalan kaki dapat memenuhi faktor-faktor yang diperlukan dalam desain, konstruksi hingga pemeliharaan. Pemberlakuan Surat Edaran ini bagi Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum untuk digunakan sebagaimana ...

Continue Reading...
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 06/PRT/M/2008 ...

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 06/PRT/M/2008 ...

peraturan menteri pekerjaan umum nomor : 06/prt/m/2008 tentang pedoman pengawasan penyelenggaraan dan pelaksanaan pemeriksaan konstruksi di lingkungan departemen pekerjaan umum

Continue Reading...
PETUNJUK UMUM PENGISIAN FORMULIR DIGITAL 1770

PETUNJUK UMUM PENGISIAN FORMULIR DIGITAL 1770

pindahkan jumlah bagian a (angka 4) ke formulir 1770 angka 1 spt tahunan pph wajib pajak orang pribadi departemen keuangan ri direktorat jenderal pajak formulir halaman 1 1770 - i bl tahun pajak 2 0 bl 1. penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas berdasarkan laporan keuangan komersial : bagian a: (bagi wajib pajak yang menggunakan ...

Continue Reading...
SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

(Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). 6. Sasaran Mutu : Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. (Catatan: 1. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. 2.

Continue Reading...
PELAKSANAAN PEKERJAAN GEDUNG (BUILDING CONSTRUCTION ENGINEER)

PELAKSANAAN PEKERJAAN GEDUNG (BUILDING CONSTRUCTION ENGINEER)

"pelaksanaan pekerjaan gedung (building construction engineer) if! 41 . departemen peker.jaan umum . badan pembinaan konstruksi dan sumber daya manusia pusat pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi

Continue Reading...
Standar Nasional Indonesia - IAEETA

Standar Nasional Indonesia - IAEETA

SNI 03-6197-2000 ii Pendahuluan Konservasi energi pada bangunan gedung di Indonesia dimulai sejak tahun 1985 dengan diperkenanikannya program DOE (Departemen of Energy, USA) oleh Departemen Pekerjaan Umum. Perkembangan selanjutnya nyaris tidak terdengar sampai tahun 1987.

Continue Reading...
SNI 03 - 1729 - 2002 SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA

SNI 03 - 1729 - 2002 SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA

sni 03 - 1729 - 2002 standar nasional indonesia tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung departemen pekerjaan umum sni

Continue Reading...
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PENELITIAN DAN ...

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PENELITIAN DAN ...

4. Sistimatika Instruksi Kerja Instruksi Kerja adalah dokumen yang menjelaskan tahapan secara rinci satu kegiatan yang dilakukan oleh satu fungsi unit kerja yang diperlukan agar semua pelaksana melakukan cara yang sama sehingga dapat menjamin bahwa produk atau hasil kegiatan akan sama. Instruksi Kerja ini dapat diterbitkan oleh Eselon 1,2 dan 3 di

Continue Reading...
DAFTAR PUSTAKA - scholar.unand.ac.id

DAFTAR PUSTAKA - scholar.unand.ac.id

Kolom Beton Bertulang Eksterior Akibat Beban Siklik”. Jurnal Rekayasa .Vol.13. No. 3. Wikana, Iwan & Y. Widayat. 2007. “Tinjauan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Lapisan Mutu Beton Yang Berbeda”. Majalah Ilmiah UKRIM edisi 2/th XII/2007. Departemen Pekerjaan Umum. “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk

Continue Reading...
Panduan Pelaksanaan Peringatan HUT-RI ke 63 di Lingkungan ...

Panduan Pelaksanaan Peringatan HUT-RI ke 63 di Lingkungan ...

anduan pelaksanaan peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan ke-63 republik indonesia di lingkungan departemen pekerjaan umum i. latar belakang ii. dasar penyelenggaraan iii. maksud dan tujuan iv. tema dan logo v. penyelenggaraan dan jadual pelaksanaan kegiatan vi. tata tertib upacara vii. pembiayaan lampiran: 1. logo peringatan hut ...

Continue Reading...