STATUS SAKSI NON MUSLIM DI PERADILAN AGAMA STUDI . PDF

10d ago
2 Views
0 Downloads
4.41 MB
88 Pages
Transcription

STATUS SAKSI NON MUSLIM DI PERADILAN AGAMA STUDIPERBANDINGAN IBNU QAYYIM DAN HUKUM ACARA PERDATASkripsiDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih GelarSarjana Hukum Islam Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukumpada Fakultas Syariah dan HukumUIN Alauddin MakassarOleh:Nurfitriani. AzisNIM: 10400111040FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUMUIN ALAUDDIN MAKASSAR2015

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSIMahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini : Nurfitriani. Azis: 10400111040: Polewali/ 2 Januari 1993: Perbandingan Mazhab dan Hukum: Syari’ah dan Hukum: Btn Pemda Blok E21 no. 28: Status Saksi Non muslim di Peradilan Agama StudiPerbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata.Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi inibenar adalah hasil karya sendiri. Jika dikemudian hari terbukti bahwa ini merupakanduplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, makaskripsi dan gelar yang diperoleh karenannya batal demi hukum.Makassar, September 2015Penyusun,Nurfitriani. AzisNIM: 10400111040ii

iii

iv

KATA PENGANTAR بسم هللا الرحمن الرحيم Assalamu’alaikum Wr.Wb.Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telahmelimpahkan rahmat, hidayah dan kenikmatan-Nya, sehingga penyusun dapatmenyelesaikan skripsi yang berjudul Status Saksi Non Muslim di Peradilan AgamaStudi Perbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata. Shalawat dan salamsemoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw. beserta seluruhkeluarganya, sahabat dan para pengikutnya.Penyusun juga menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin bisa terselesaikanapabila tanpa bantuan dan support dari berbagai pihak. Berkat pengorbanan,perhatian, serta motivasi merekalah, baik secara langsung maupun tidak langsung,sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.Selesainya penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak.Oleh karena itu penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yangtelah membantu proses penyelesaian skripsi ini. Ucapan terima kasih penyusunhaturkan kepada:1. Prof. Dr. Musafir Pababbari, M.Si , selaku Rektor Universitas IslamNegeri Alauddin Makassar. Serta para Pembantu Rektor beserta seliruh stafdan karyawannya.2. Prof. Dr. Darussalam Syamsyuddin, M.Ag. selaku Dekan FakultasSyari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. besertaseluruh stafnya atas segala pelayanan yang diberikan kepada penulis.v

3. Dr. Abdillah Mustari, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Perbandingan Mazhabdan Hukum dan sebagai pembimbing I dan Achmad Musyahid Idrus, S.Ag,M.Ag., selaku Sekertaris Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum dansebagai pembimbing II telah memberi kemudahan administratif dalam prosespenyusunan skripsi ini serta meluangkan waktu dan tenaga dan waktunyaguna membimbing dan memberikan pengarahan dalam menyelesaikanpenyusunan skripsi ini sehingga skripsi ini dapat terwujud dan selesai sesuaitarget.4. Kepada Bapak/Ibu dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari’ahdan Hukum UIN Alauddin Makassar, penyusun mengucapkan banyak terimakasih atas ilmu, wawasan dan pengalaman yang telah diberikan.5. Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar beserta seluruh Staf dankaryawannya yang telah memberikan izin dan layanan kepustakaan yangdiperlukan dalam penyusunan skripsi ini.6. Ayahanda Drs.H Abd. Azis, M.Si dan Ibunda Dra. Hj Musdalifah yangsenantiasa mendukung dan memberikan do'a tiada henti demi kelancaranpenyusunan skripsi ini. Jasamu tidak akan pernah kulupakan.7. Sodara adik perempuanku Masita Azis dan Nadhilah Azis. Serta TanteThia yang mendampingi sejak awal masuk kuliah dan semua keluargakuyang tercinta. Terima kasih atas semua dukungannya.8. Sahabat-sahabatku tercinta, khususnya, Sukmawati, Hilda, Nursanti.R,Resky Amelia, Ratu Faisa, dan Nurinda Sari, Rini, Annisa Ramadhani,Irdha dan seseorang yang telah dekat Surya Aji Akbar. Terima kasih atasvi

kebersamaannya selama ini. semoga tercapai semua cita-cita kita.Persahabatan itu tidak berujung sampai dengan kelulusan, Persahabatan itusampai selamanya. Menjadi sahabat kalian adalah hal termanis yang susahuntuk dilupakan dan indah untuk dikenang.9. Teman-teman KKN angkatan 50 Abdul Razaq, Yuanita, FirdausAmirullah, Herianti, Ratih, Sidiq, Suardi, Nirda, dan Syahrul PoskoDesa Timbuseng Dusun Koccikang Pattallassang Gowa Makassar SulawesiSelatan. Terima kasih waktu,kekompakkan, kebersamannya, kalian keren10. Seluruh teman-teman jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum angkatan2011, terima kasih atas kebersamaan, dukungan moril, kekompakan selamamenuntut ilmu di Fakultas Syariah dan Hukum, semoga kebersamaan manisini akan senantiasa terkenang sepanjang masa.Semoga amal baik dan segala bantuan yang telah diberikan kepada penyusunmendapatkan balasan dari Allah swt.,. Dan tidak lupa penyusun mohon maaf apabilaada kesalahan dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat berguna danbermanfaat bagi pembaca sekalian.WassalamMakassar,Penulis,2015Nurfitriani. AzisNIM: 10400111040vii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iPERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .iiPERSETUJUAN PEMBIMBING .iiiPENGESAHAN SKRIPSI .ivKATA PENGANTAR .vDAFTAR ISI .viiiABSTRAK .xBAB IPENDAHULUAN .1A.B.C.D.E.F.Latar Belakang Masalah .Rumusan Masalah .Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Pembahasan .Tinjauan Pustaka .Metode Penelitian.Tujuan dan Kegunaan Penelitian .16681012BAB II Hakekat Saksi Non Muslim di Pengadila Agama .14A.B.C.D.Pengertian Saksi Non Muslim .Dasar Hukum Persaksian Non Muslim .Kedudukan Saksi Non Muslim di Pengadilan Agama .Keabsahan Saksi Non Muslim sebagai Alat Bukti .14162028BAB III Kedudukan Saksi Non Muslim Saksi Dalam Peradilan Agama32A.B.C.D.E.F.Biografi Ibnu Qayyim .Karya-Karya Ibnu Qayyim.Kedudukan Saksi Non Muslim Menurut Ibnu Qayyim .Saksi Dalam Hukum Acara Peradilan Islam .Persyaratan Saksi Dalam Islam .Landasan Hukum Saksi Dalam Peradilan Agama . .viii323536394046

BABIV Kedudukan Saksi Non Muslim Menjadi dalam Hukum AcaraPerdata .A.B.C.D.E.BAB V48Saksi Dalam Hukum Acara Perdata .Syarat Sah Saksi dalam Hukum Acara Perdata .Saksi Sebagai Alat Bukti .Kedudukan Non Muslim Menurut Hukum Acara Perdata Analisis Status Saksi Non Muslim di Peradilan AgamaPerbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata. .48525561PENUTUP .71A. Kesimpulan .B. Saran .7174DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANDAFTAR RIWAYAT HIDUPix66

ABSTRAKNAMANIMJUDUL:Nurfitriani. Azis:10400111040: Status Saksi Non muslim di Peradilan Agama StudiPerbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata.Skripsi ini membahas tentang Status saksi mengenai status non muslimsebagai saksi di Peradilan Agama studi perbandingan Ibnu Qayyim dan HukumAcara Perdata, dengan sub permasalahan: 1) Bagaimana hakekat saksi nonmuslim di Peradilan Agama? 2) Bagaimana kedudukan saksi non muslim menurutIbnu Qayyim ? 3) Bagaimana kedudukan saksi non muslim dalam Hukun AcaraPerdata.Jenis penelitian ini tergolong kualitatif deskriptif dengan menggunakanpendekatan yuridis dan historis. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakanstudi kepustakaan.Teknik yang penulis gunakan dalam penelitian yaitu penelitianperpustakaan (library research), maka sudah dapat dipastikan bahwa data-datayang dibutuhkan adalah dokumen, yang berupa data-data yang diperoleh dariperpustakaan melalui penelusuran terhadap buku-buku literatur, baik yang bersifatprimer ataupun yang bersifat sekunder.Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hakekat saksi non muslim diPeradilan Agama. Ketentuan di Pengadilan Agama sama dengan di PengadilanUmum, namun ada penambahan pokok-pokok tertentu saja. Di dalam PengadilanAgama, dalam Islam adalah diterimanya kesaksian seorang saksi denganmemenuhi syarat seperti: balik, Islam, merdeka, dan adil. Sesuai dengan Pasal 2Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Peradilan Agama diterangkanbahwa, Peradilan Agama adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagirakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentusebagaimana dimaksud undang-undang ini. Dalam mempergunakan saksi di mukaPengadilan Agama hendaknya mengetahui membedakan sebagai syarat hukumatau sebagai alat bukti. (2) Ibnu Qayyim mengemukakan pendapat menerimakesaksian non muslim, seperti dalam keadaan darurat dan tetap berpedomandalam al-Qur’an dan As-Sunnah,ketentuan dalam kaidah Fiqhiyah dan kondisiyang hidup dalam masyarakat, karena peristiwa yang terjadi diantara orang-orangIslam bisa saja dilihat dan disaksikan oleh orang non muslim. Dalam arusglobalisasi dunia saat ini kehidupan menjadi kompleks, dalam segala segi terjadipembauran dan juga pemukiman. Namun ada yang menerima atau membolehkantetapi dengan syarat-syarat tertentu yakni dalam masalah wasiat dan perceraiankecuali hal-hal yang berhubungan dengan syariat agama seperti nikah.(3) Saksinon muslim di Pengadilan Agama dalam Hukum Acara Perdata dapat diterimapenyaksiannya menyangkut kejadian untuk memperjelas duduk perkaranya,karena prinsip utama dalam masalah pembuktian adalah terungkap suatukebenaran dari suatu peristiwa yang menjadi sengketa.Beracara di PengadilanAgama sama dengan Hukum Acara yang berlaku di Pengadilan Umum, namunada penambahan hal-hal pokok saja seperti seorang saksi mutlak beragama Islamdi Peradilan Agama.Dalam hal ini juga Hukum Acara Perdata tidak adapersyaratan mutlak untuk diterima sebagai saksi seperti perbedaan agama.Asalkan memenuhi syarat-syarat formil dan materil untuk menjadi saksi. Hukumacara yang berlaku di Pengadilan Agama adalah hukum acara yang berlaku diPengadilan Umum maka tidak menutup kehadiran saksi non muslim di PengadilanAgama.x

Adapun implikasi dalam skripsi ini adalah: untuk mencegah terjadinyakeputusan main hakim sendiri. Menganalisis secara logis dan sistematikakehadiran saksi non muslim di Pengadilan Agama, sehingga para pencari keadilantidak merasa dirugikan dalam permasalahan yang diajukan kepada pengadilanxi

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDalam era globalisai dunia saat ini dan dalam masyarakat yang majemukdimana terjadi pembauran dalam kehidupan bermasyarakat, tempat pemumikantidak lagi ditempati oleh penduduk muslim semata. Penduduk Indonesia mayoritasberagama Islam, maka dalam pembangunan hukum nasional di Negara Indonesiaunsur hukum agama harus benar-benar diperhatikan. Dalam perjalanan sejarahdapat kita ketahui bahwa hidup manusia itu dipengaruhi dan terikat oleh keadaanlingkungan yang biasanya disebut hidup bermasyarakat, dan sampai saat inimanusia untuk mempertahankan hidupnya memerlukan pergaulan satu sama lain.Baik pergaulan antar laki-laki dengan perempuan, Islam dengan nonIslam maupunpergaulan antar bangsa dan berbagai negara. Sistem hukum di setiap masyarakatmemiliki sifat, karakter, dan ruang lingkupnya sendiri. Begitu juga halnya dengansistem hukum dalam Islam. Islam memiliki sistem hukum sendiri yang dikenaldengan sebutan hukum Islam. Sebagaimana hukum yang berkembang dan tumbuhsesuai dengan keadaan masyarakat setempat, hukum Islam merupakan salah satuhukum yang banyak dipakai oleh bangsa Indonesia yang mayoritas beragamaIslam.Sejak dahulu, para pegawai, para pejabat pemerintah dan atau parapemimpin yang akan bekerja di Indonesia selalu dibekali dengan pengetahuankeislaman, baik mengenai lembaganya maupun mengenai hukumnya yang1

2tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat muslim Indonesia, agar ia berhasildalam melaksanakan tugasnya kelak di tengah-tengah masyarakat muslim.1Apabila ia tidak dibenarkan memberikan kesaksiannya di pengadilan tentuorang Islam akan menderita kerugian, seperti terjadinya percekcokan suami isteridalam rumah tangga yang menyaksikan adalah tetangganya yang kebetulan nonmuslim sedangkan saksi yang lain tidak ada. Apabila saksi non muslim tidakditerima tentu salah satu di antara mereka akan di rugikan. Maka status keabsahanorang non muslim dalam memberikan kesaksian dan kedudukan saksi non muslimdalam Peradilan Agama sangat penting untuk diteliti.Saksi dalam Hukum Acara Perdata termasuk dalam hukum pembuktian.Pembuktian itu diperlukan oleh hakim untuk mencari kebenaran fakta danperistiwa yang dijadikan dalil gugat oleh penggugat dalam menuntut haknya.Sedangkan menurut Al’Allamah Ibnu Qayyim kesaksian adalah sebagian daribayyinah segala sesuatu apa saja yang mengungkapkan dan menjelaskankebenaran terhadap suatu perkara. Yang mengungkapkan dan menjelaskanketerangan sehingga dapat menyakinkan hakim dalam mengambil keputusanterhadap suatu peristiwa disebut saksi.Dalam sistem peradilan di Indonesia adalah negara hukum. Sejalan dengandengan ketentuan tersebut maka salah satu prinsip penting negara adalah adanyajaminan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka, bebas eradilangunamenegakkan hukum dan keadilan khususnya dalam persaksian. Setelahberlakunya Undang-Undang Republik Indonesia sesuai dengan tuntutan reformasidi bidang hukum telah dilakukan perubahan Undang-Undang No.14 Tahun 1970tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman dengan Undang1Mohammad Daud Ali, Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum, (Cet; keXI, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), h. 5

3Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. Pada

Perbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata. Skripsi ini membahas tentang Status saksi mengenai status non muslim sebagai saksi di Peradilan Agama studi perbandingan Ibnu Qayyim dan Hukum Acara Perdata, dengan sub permasalahan: 1) Bagaimana hakekat saksi non muslim di Peradilan Agama? 2) Bagaimana kedudukan saksi non muslim menurut