STANDAR KOMPETENSI PERAWAT INDONESIA PDF

12d ago
1 Views
0 Downloads
586.84 KB
28 Pages
Transcription

PPNI, 2 Februari 2013STANDAR KOMPETENSIPERAWAT INDONESIAPersatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)Asosiasi Institusi Pendidikan Diploma Keperawatan Indonesia (AIPDiKI)Jakarta, 2013Standar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 0

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dankemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatanyang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalamPembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Kesehatan sebagai hak asasi manusia harusdiwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya pelayanan/asuhan kesehatan yangberkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Pelayanan/asuhan keperawatan merupakanbagian integral dari pelayanan/asuhan kesehatan ditujukan kepada individu, kelompokdan masyarakat yang memiliki masalah fisik, mental maupun sosial di berbagai tatananpelayanan/asuhan kesehatan.Kesehatan sebagai hak asasi manusia merupakan tanggung jawab pemerintah dan seluruhelemen masyarakat, harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatanmelalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah organisasi profesi yang merupakanbagian dari elemen masyarakat turut berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.Undang Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 63 ayat (2)menyebutkan bahwa; Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan denganpengendalian, pengobatan dan atau perawatan; pada ayat (3) Pengendalian, dan atauperawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan, atau caralain yang dapat dipertanggungjawabkan kemanfaatan dan keamanannya; ayat (4)Pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmukeperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dankewenangan untuk itu. Pasal 24, ayat (1); Tenaga kesehatan harus memenuhi kode etik,standar profesi, hak pengguna pelayanan/asuhan kesehatan, standar pelayanan/asuhan,dan standar prosedur operasional; ayat (2) Ketentuan mengenai kode etik dan standarprofesi diatur oleh organisasi profesi. Pasal 27 ayat (1) Tenaga kesehatan berhakStandar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 1

mendapatkan imbalan dan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai denganprofesinya.Pelayanan keperawatan adalah pelayanan profesional yang komprehensif mencakupaspek fisiologis, psikologis, sosial, spiritual dan kultural yang diberikan kepada klienkarena keterbatasan kemampuan, kemauan dan pengetahuan dalam memenuhi kebutuhandasar aktual maupun potensial. Secara universal tanggungjawab perawat yang sangatmendasar adalahmemenuhi kebutuhan dasar dalam upaya peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan kesehatan.Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan/asuhan kesehatanharusmengikuti perkembangan pasar global. Oleh karena itu tantangan utama saat ini dan masamendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di sektorkeperawatan, Seiring dengan hal tersebut diperlukan Standar Kompetensi yang disusundengan memperhatikan kebutuhan Masyarakat/Klien.SURVEI tim Keperawatan - HPEQ Dikti yang dilakukan pada tahun 2010 dan 2011 di 32Propinsi tentang Standar Kompetensi Perawat di berbagai wilayah Indonesiadimaksudkan untuk memperoleh gambaran kebutuhan masyarakat/klien tentangKeperawatan. Survei dilakukan terhadap Direktur RS, Jajaran Manajemen RS, PerawatPelaksana dan Klien/masyarakat yang dirawat di Rumah Sakit dan di Puskesmasdiperoleh hasil 97,4% menyatakan bahwa Perawat yang diinginkan adalah Perawat yangmemiliki kompetensi Perawat Profesional.Untuk menjamin pelayanan/asuhan/asuhan keperawatan yang aman dan berkualitas bagimasyarakat, maka perlu ditetapkan standar kompetensi perawat Indonesia. Standarkompetensi ini terdiri dari standar kompetensi perawat Ahli madya, Ners dan Ners Spesilisyang dapat digunakan dalam menetapkan kebijakan secara makro.Standar Kompetensi ini terdiri dari area kompetensi yang dijabarkan ke dalam kompetensi inti,komponen kompetensi dan dilengkapi daftar keterampilan tindakan keperawatan.Proses penyusunan standar kompetensi ini memakan waktu yang cukup lama karena melaluibeberapa tahapan kajian dan melibatkan seluruh komponen keperawatan dan stakeholderStandar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 2

diantaranya Institusi Pendidikan Keperawatan, Organisasi Profesi (PPNI), Asosiasi InstitusiPendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Kolegium Keperawatan Indonesia, Kementerian Kesehatan,serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.B. Tujuan1. Tujuan UmumSebagai acuan berbagai pihak tentang Perawat yang kompeten.2. Tujuan Khususa. Pedoman bagi perawat dalam menjalankan peran profesinya.b. Pedoman bagi institusi pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggikeperawatan.c. Pedoman bagi industri atau dunia usaha bidang kesehatan dalam menentukanperencanaan, pendayagunaan dan pengembangan karir perawat.d. gkeperawatan/kesehatan.C. Pengertian dan Ruang Lingkup1. Pengertiana. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan/asuhan profesional yang merupakanbagian integral dari pelayanan/asuhan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiatkeperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baiksehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.b. Asuhan keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktikkeperawatan baik langsung atau tidak langsung diberikan kepada sistem klien disarana dan tatanan kesehatan lainnya, dengan menggunakan pendekatan ilmiahkeperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.Asuhan keperawatan langsung merupakan tindakan yang ditetapkan dan dilakukanoleh perawat secara mandiri atas dasar justifikasi ilmiah keperawatan dalammemenuhi kebutuhan dasar klien maupun tindakan kolaborasi yang merupakantindakan dari hasil konsultasi dengan profesi kesehatan lain dan atau didasarkanpada keputusan pengobatan oleh tim medik. Asuhan keperawatan tidak langsungmerupakan kegiatan yang menunjang dan memfasilitasi keterlaksanaan asuhankeperawatan.Standar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 3

c. Perawat adalah seseorang yang lulus pendidikan tinggi Keperawatan baik didalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah RI sesuai denganperaturan perundangan dan telah disiapkan untuk memiliki kompetensi yangditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia serta teregistrasi.d. Perawat terdiri dari Perawat Ahli Madya, Ners dan Ners spesialis.e. Perawat Ahli Madya adalah perawat yang telah menyelesaikan PendidikanJenjang Diploma Tiga (D III) Keperawatan.f. Ners adalah Perawat profesional yang telah menyelesaikan pendidikan profesidalam bidang keperawatan umum dan memiliki kemampuan sebagai perawatprofesional jenjang pertama ( first professional degree).g. Ners spesialis adalah Perawat yang telah menyelesaikan pendidikan SpesialisKeperawatanh. Klien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya ataumembutuhkan pelayanan/asuhan kesehatan dari perawat.2. Ruang LingkupStandar kompetensi perawat yang dirumuskan terutama bagi perawat ditatananpelayanan klinik langsung, terdiri dari kompetensi Perawat Ahli Madya, Ners danNers Spesialis. Standar kompetensi perawat mencakup; 1) Kerangka kerja kompetensiperawat Indonesia, meliputi praktik profesional, etis, legal dan peka budaya,pemberian asuhan dan manajemen asuhan keperawatan, dan pengembangan kualitaspersonal dan profesional; 3) Rincian unit kompetensi dengan kodifikasinya; 4)Penjabaran kompetensi perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan.D. Dasar Hukum1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan.2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional3. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/Menkes/148/2010 tentang Ijin danPenyelenggaraan Praktik Perawat.5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1796/Menkes/SK/VIII/2011 tentangRegistrasi Tenaga Kesehatan.6. Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, tentang Pendidikan TinggiStandar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 4

7. Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012, tentang Kerangka Kualifikasi NasionalIndonesiaStandar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 5

BAB IIRUANG LINGKUP KEPERAWATANRuang lingkup Keperawatan ini menjelaskan tentang cakupan praktik keperawatan, tim yangterlibat, dan pendekatan dalam praktik Keperawatan.A. Cakupan Praktik KeperawatanPraktik keperawatan diberikan melalui asuhan keperawatan untuk Klien individu,Keluarga, Masyarakat dan Kelompok khusus dalam menyelesaikan masalah kesehatansederhana sampai komplek baik sehat maupun sakit sepanjang rentang kehidupanmanusia. Praktik Keperawatan dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan padaberbagai tingkat pelayanan kesehatan (primer, sekunder dan tersier). Praktik Keperawatanyang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat.Pelayanan Keperawatan merupakan rangkaian tindakan yang dilandasi aspek etik legaldan peka budaya untuk memenuhi kebutuhan Klien. Kegiatan tersebut meliputi tindakanprosedural, pengambilan keputusan klinik yang memerlukan analisis kritis serta kegiatanadvokasi dengan menunjukkan Perilaku Caring.Pengelolaan pelayanan keperawatan merupakan kewenangan dan tanggung jawabperawat yang memiliki kompetensi sebagai manager. Pelayanan keperawatan yangdiberikan kepada klien berfokus pada pelayanan berbasis bukti. untuk mewujudkanpelayanan tersebut diperlukan banyak penelitian yang dilakukan oleh perawat yangmemiliki kompetensi peneliti.Pelayanan keperawatan terdiri dari komponen tenaga keperawatan yang salah satunyaadalah mahasiswa keperawatan. Untuk menjamin kinerja mahasiswa keperawatan agarsejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan maka diperlukanpendidik keperawatan klinik maupun akademik yang kompeten.Standar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 6

B. Tim dalam praktik KeperawatanAsuhan keperawatan dilakukan melalui tindakan keperawatan mandiri dan ataukolaborasi oleh tim Keperawatan (Perawat Ahli Madya, Ners dan Ners Spesialis) maupundengan tim Kesehatan lainnya. Dalam pelaksanaannya, tindakan oleh tim Keperawatandilakukan sesuai dengan batasan Kewenangan dan Kompetensi masing-masing jenistenaga Perawat.Perawat Ahli Madya mampu menguasai sain keperawatan dasar; melakukan asuhankeperawatan yang telah direncanakan secara terampil dalam upaya promotif, preventif,kuratif dan rehabilitatif untuk memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritualsecaraholistik dan berdasarkan pada standar asuhan keperawatan, standar prosedur operasional;memperhatikan keselamatan pasien, rasa aman dan nyaman; mampu bekerjasama dengantim keperawatan.Ners mampu menguasai sain keperawatan lanjut; mengelola asuhan keperawatan secaraterampil dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk memenuhikebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual secara holistik dan berdasarkan pada standar asuhankeperawatan serta standar prosedur operasional; memperhatikan keselamatan pasien, rasaaman dan nyaman; menggunakan hasil riset; Mampu bekerjasama dengan timkeperawatan maupun dengan tim kesehatan lain.Ners Spesialis mampu menguasai sain keperawatan lanjut; mengelolaasuhankeperawatan secara terampil dan inovatif dalam upaya promotif, preventif, kuratif danrehabilitatif untuk memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritualsecara holistic danberdasarkan pada standar asuhan keperawatan serta standar prosedur operasional;memperhatikan keselamatan pasien, rasa aman dan nyaman; melakukan riset berbasisbukti klinik dalam menjawab permasalahan sain, teknologi dalam bidang spesialisasinya;mampu bekerja sama dengan tim keperawatan lain (Perawat Peneliti/doctoralkeperawatan) dan berkolaborasi dengan tim kesehatan lain.Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi kesehatan termasukilmu keperawatan, dimana diperlukan kemampuan kepakaran yang lebih tinggi dalammengatasi masalah keperawatan yang lebih komplek, maka diperlukan peran NersStandar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 7

Spesialis yang dapat berfungsi sebagai pusat rujukan bagi tenaga keperawatandibawahnya. Pengakuan sebagai pusat rujukan keperawatan ditunjukan melaluikemampuan sebagai Ners Konsultan.Ners Manajer mampu menerapkan konsep, prinsip, teori manajemen dalam prosespelayanan keperawatan dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen keperawatan,meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengerakan dan pengendaliansumber-sumber dalam organisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektifiatas kerja.Ners Manajer berperan dalam pengelolaan pelayanan keperawatan yang mencakup levelbawah (Front line manager), level tengah (Midle Manager), dan level puncak (TopManager)C. Peran PerawatPeran perawat secara umum adalah memberi pelayanan/asuhan (care provider),pemimpin kelompok (community leader), pendidik (educator), pengelola (manager) danpeneliti (researcher)1. Pemberi asuhan (Care provider): Menerapkan keterampilan berfikir kritis danpendekatan sistem untuk penyelesaian masalah serta pembuatan keputusankeperawatan dalam konteks pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif danholistik berlandaskan etik profesi dan aspek legal.2. Pemimpin Kelompok (Community leader): Menjalankan kepemimpinan di berbagaikomunitas, baik komunitas profesi maupun komunitas sosial.3. Pendidik (Educator): Mendidik Klien dan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya4. Pengelola (Manager): Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatandalam asuhan klien.5. Peneliti (Researcher): Melakukan penelitian keperawatan dengan cara menumbuhkankeingintahuan dalam mencari jawaban terhadap fenomena keperawatan dan kesehatanyang terjadi dan menerapkan hasil kajian dalam upaya dalam mewujudkan praktikberbasis bukt (Evidence Based Nursing Practice).Standar Kompetensi Perawat Indonesia Edisi IV 2013 8

D. Pendekatan dalam Praktik menggunakanpendekatanproseskeperawatan yang dinamis dan berkesinambungan meliputi pengkajian, perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi pada klien dengan berbagai kondisi, baik sehat maupun sakitsepanjang rentang kehidupan.Pengkajian keperawatan dilakukan secara komprehensif ditujukan untuk mengenalimasalah kesehatan yang dihadapi klien dan penyebab timbulnya masalah tersebut.Dikenalinya masalah dan penyebabnya dengan tepat akan mendasari penyusunan rencanapenanggulangannya agar efektif dan efisien.Rencana tindakan keperawatan dibuat berdasarkan kebutuhan klien. Pelaksanaan praktikkeperawatan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disepakati bersama antara kliendan keluarganya dengan Ners. Pelaksanaan praktik keperawatan harus berpedoman padastandar ikeperawatan,inte

Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan/asuhan kesehatan harus mengikuti perkembangan pasar global. Oleh karena itu tantangan utama saat ini dan masa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di sektor keperawatan, Seiring dengan hal tersebut diperlukan Standar Kompetensi yang disusun